Wow, DPR Sentil Kartu PraKerja

93

Kritisnews.com- Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay menyingung program Kartu Prakerja. Ia mempertanyakan efektifitas serta bedanya pelatihan yang ditawarkan program ini dengan tutorial-tutorial di YouTube.

“Itukan rata-rata kan video mereka kan tidak datang langsung, mereka hanya dapat video, pertanyaan saya apa bedanya ini video-video yang ditawarkan ini dengan yang ada di YouTube yang gratis itu?” ujar Saleh dalam rapat kerja dengan Menaker Ida Fauziyah, BP2MI, dan BPJS Ketenagakerjaan, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, platform YouTube menawarkan pelatihan sejenis dengan yang ada di Kartu Prakerja bahkan jumlahnya lebih banyak dan gratis bisa diakses siapa saja.

Di YouTube itu banyak sekali, saya kalau mau belajar cara beternak kambing itu lengkap sekali di YouTube itu, gratis lagi. Apalagi masak kue, mulai dari sayur sampai yang berat-berat itu ada semua itu di YouTube itu, apa bedanya ini (dengan Kartu Prakerja)? Karena orang tanya, ngapain kita bayar kalau bisa cari yang gratis?” katanya.

Untuk itu, ia pun kemudian mengusulkan agar program Kartu Prakerja diganti saja dengan bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau (pembedanya itu soal) subsidi untuk pekerja, itu bisa kita buat lagi seperti bantuan subsidi upah kemarin kan bisa juga,” imbaunya.

Bila fokusnya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan tenaga kerja Indonesia, maka ia mengusulkan agar dibuat saja situs khusus seperti YouTube yang menampilkan pelatihan yang dibuat para lembaga pelatih di program Kartu Prakerja.

“Apakah tidak bisa video yang mereka buat itu (dibuat lembaga pelatihan) kita beli saja, kalau sudah dibeli tinggal kita tayangkan saya, bikin satu website resmi yang dimiliki pemerintah, isinya soal itu semua, jadi orang siapa saja pun kalau mau belajar tinggal buka itu,” katanya.

Saran serupa disampaikan oleh anggota Komisi IX lainnya dari Fraksi PKB Nur Yasin. Tak hanya BLT BPJS Ketenagakerjaan saja yang perlu dilanjutkan, bantuan lainnya seperti program padar karya infrastruktur, teknologi tepat guna hingga Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas.

Dalam kondisi pandemi ini, progran yang sudah diluncurkan di tahun 2020, setidaknya di Dapil saya (Jawa Timur IV) itu mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat,” ujar Nur.

Ia berharap program-program bantuan yang sebelumnya ada di 2020 kembali dilanjutkan lagi di tahun 2020 ini. “Saya berharap tahun 2021 ini jangan dikurangi program seperti itu, kalau bisa ditambah,” timpalnya.

Sumber: Detik.com
Editor: Redaksi

BAGIKAN