Tiap Tahun Ribuan Pasien RI Berobat ke Singapura, Sepertiganya Karena Kanker

16
(Foto: thinkstock)

KritisNews.com,Jakarta – Bukan rahasia lagi bahwa beberapa warga Indonesia lebih memilih untuk berobat ke luar negeri, seperti misalnya ke negara tetangga Singapura. Ada berbagai macam alasan di baliknya, mulai dari teknologi hingga sekalian wisata.

Di salah satu rumah sakit terkemuka di Singapura, Mount Elizabeth Hospital, disebutkan selama 2018 lalu tercatat ada lebih dari sepuluh ribu pasien asal Indonesia. Setidaknya ada ribuan pasien datang berobat setiap bulannya. CEO Mount Elizabeth Hospital, Dr Noel Yeo, menyebut sepertiga dari pasien asal Indonesia berobat atas keluhan terkait kanker.

“Sekitar seribu pasien dalam sebulan. Saya tidak tahu pastinya penyakitnya apa namun setidaknya sepertiga dari mereka datang karena masalah terkait dengan kanker. Beberapa juga datang hanya untuk check up, memastikan tidak ada rekurensi atau kekambuhan, atau untuk scan,” tuturnya saat diwawancarai detikHealth pada Rabu, (10/7/2019

Penyakit yang paling sering ditangani di rumah sakit tersebut adalah kanker. Menempati urutan pertama adalah kanker kolorektal untuk pria, lalu diikuti dengan kanker paru dalam jumlah yang cukup banyak pula.

Kanker payudara dan kanker rahim menempati dua kanker teratas paling sering ditemukan pada wanita yang datang berobat ke Mount Elizabeth Hospital. Bersamaan dengan penyakit terkait jantung jadi penyakit nomer dua terbanyak, keduanya memakan sekitar 60-80 persen pasien yang ditangani di Mount Elizabeth.

Kanker menjadi salah satu masalah besar di dunia. Dipaparkan oleh Dr Noel, selain merokok, makanan yang kita makan juga sangat berpengaruh sebagi pemicunya. Seperti makanan olahan, berpengawet dan terlalu banyak kandungan kimia.

“Yang baru-baru ini adalah insektisida, makanan juga terdapat insektisida. Ayam yang kita makan disuntik, sapi juga disuntik, ya agar mereka terlihat lebih gemuk. Kimia-kimia yang kita makan itu berkontribusi untuk memicu kanker (karsinogen), makanya kasus kanker terus naik,” tandas Dr Noel.(Detik.com)