Rampas HP Wartawan, HRD PT. Latitude Industries Batam Langgar UU No 40 Tahun 1999

85

KritisNews.com, Batam – DS salah satu oknum pewarta Buruhtoday.com mengalami perlakuan yang diduga menghalangi-halangi kinerja wartawan, berdasarkan UU Pers No 40, tahun 1999, Pasal 18 Undang-Undang tentang Pers menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.”

“HP saya langsung dirampas atau diambil dari tangan tanpa ada permisi, dan HRD itu langsung menghapus foto yang ada di HP saya,” ucap DS, Selasa (6/8/2019).

DS menjelaskan, kejadian saat Handphone miliknya dirampas HRD PT Latitude Industries, berawal saat dirinya meliput hasil sidang mediasi PHK di Disnaker. Berdasarkan kode etik yang diketahuinya, Ia sudah memperkenalkan nama dan media kepada pihak perusahaan itu.

Akan tetapi, pihak perusahaan enggan atau tidak mau berkomentar, sehingga DS pun mengambil foto kedua pihak perusahaan itu.

“Usai sidang mediasi berlangsung, saya langsung menyambangi pihak perusahaan. Mereka mengatakan tidak mau berkomentar, dan saya mencoba mengambil foto saat kedua perwakilan perusahaan itu saat menuju mobilnya di lapangan parkir Disnaker,” jelasnya.

Liver Gordon Hutauruk selaku Pimpinan Redaksi dari Media Online Buruhtoday.com mengatakan, atas kejadian yang menimpa wartawannya itu, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti mulai dari CCTV di Disnaker, dan pihak-pihak lain yang melihat kejadian perampasan Hp untuk menghapus foto yang diambil wartawannya itu.

“Saya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan HRD PT Latitude Industries itu, tindakan itu merupaka tindakan tidak terpuji. Sebab, kalau perusahaannya tidak mau di liput oleh media, jangan lakukan kesalahan seperti mem-PHK karyawan tanpa memberikan uang pesangon,” ujar Gordon.

Ia juga mengaku, tidak menutup kemungkinan dirinya akan melaporkan kejadian yang dialami pewartanya itu kepada pihak berwajib.

“Tadi kita sudah berkoordinasi ke Polresta Barelang akan kejadian yang menimpa wartawan kita kemarin, Senin,5/8/2019 di Disnaker saat meliput. Saat ini kita mau mengumpulkan bukti dan saksi,” tuturnya. (*)

Editor: Indra Dinan