Pilkada Segera di Mulai, “Siapakah Yang Akan Menggantikanmu”

288
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Natuna

Kritisnews.com,Natuna-Banyak kemajuan telah dicapai dalam pilkada di negeri ini. Pilkada makin dekat dalam menciptakan pemerintahan yang sesuai dengan kehendak rakyat. Jalannya ialah dengan memudahkan rakyat untuk memilih calon pemimpin. Harus diakui, pilkada barulah sekadar pintu masuk. Pilkada bukan filter yang menyaring integritas calon pemimpin tersebut.

Filter itu mestinya ada di tangan rakyat yang memiliki hak pilih. Peraturan perundangan belum bisa diharapkan sebagai filter. Sebab Mereka masih bisa bertarung dengan gagah di pilkada yang akan mereka lalui.

Memilih pemimpin yang antikorupsi dan punya komitmen memerangi korupsi seharusnya menjadi panduan bagi 80 ribu jiwa lebih di Natuna, agar Pemimpin Natuna terbebas dengan Namanya Korupsi.

Saat ini banyak kandidat yang sudah mulai merapatkan dirinya ke pengusaha-pengusaha terkhusus kepada Pengusaha Sedanau dan Ranai, yang sudah tentu masyrakat Natuna pasti mengenalnya, salah satunya sebut saja Nato yang mana pada tahun 2015 yang lalu ia telah berhasil mengantarkan Kandidat Berhati Nyaman, Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti untuk memipin Natuna kearah yang lebih baik.

Peresmian Natuna Terang bukti Wujud Hamid-Ngesti merealisasi Janjinya

Banyak pembangunan yang telah diperlihatkan Oleh Hamid rizal dan Hj Ngesti untuk Natuna, yang mana pembangunan tersebut didaptkannya berasal dari dana APBN bukan dari APBD yang dipegangnya, Janji kampanye mereka pun diera itu sudah banyak terleasi oleh kedua Pemimpin itu.Contoh Listrik yang sudah mengaliri di semua Kecamatan,Telekomunikasi yang semakin baik,Pelabuhan Hingga Ruang Terbuka hijau yang menjadi tempat reakreasi bagi masyrakat Natuna Hingga Kesuksesan mereka dalam mewujudkan Seluan dan Pulau Panjang menjadi Kecamatan Baru di Kabupaten Natuna.

Ruang Terbuka Hijau yang diwujudkan di Pemerintahan Hamid Ngesti yang menggunakan Dana APBN

Kita sebagai rakyat tidak bisa pasif. Malah semestinya, sebagai prajurit demokrasi, kitalah yang menciptakan filter untuk menyaring pemimpin berintegritas seperi Drs.H.Hamid Rizal dan Hj.Ngesti Yuni Suprapti yang telah sukses memimpin Natuna.

Sudah saatnya kita menolak calon kepala daerah yang terindikasi melakukan korupsi. Jangan sampai sosok yang tercela terpilih dalam pilkada karena Natuna tidak membutuhkan Pemipin yang hanya memikirkan dirinya agar ia menjadi kaya.Terlebih jika kita melihat dari banyaknya sosok tercela yang justru terpilih di pilkada. Hasilnya, hanya dalam masa singkat kepemimpinan, mereka telah tersangkut berbagai kasus, terutama kasus Korupsi.

Peresmian Palapa Ring Barat, Bentuk Nyata Wujud Pemerintah Daerah, dalam memenuhi Kualitas Komunikasi yang berkualitas di Perbatasan

Meski seorang terduga ataupun terdakwa korupsi masih bisa maju dalam pilkada sesuai dengan undang-undang, rakyat harus sadar sepenuhnya bahwa hal itu sudah merupakan indikasi dari kebobrokan integritas. Rekam jejak ini juga bukan hanya menyangkut kiprah di sebuah institusi, melainkan juga perilaku dalam proses kampanye pilkada itu sendiri. Adanya dugaan praktik politik uang semestinya dapat dilihat sebagai indikasi buruk ketidakjujuran.

Presmian SKPT Selat Lampa bukti Wujud Pemerintah Daerah dalam memikirkan Ekonomi Nelayan di Ujung Perbatasan NKRI

Permisif terhadap calon pemimpin yang tersangkut oleh kasus korupsi ataupun politik uang sama saja dengan memelihara penyakit bangsa. Rakyat telah berjudi dengan masa depannya sendiri. Peran rakyat sebagai penentu keberhasilan pemilu sesungguhnya bukan muluk.

Tidak sedikit negara di dunia telah membuktikan keterkaitan itu. Ibarat orangtua, rakyatlah yang sesungguhnya paling berperan dalam melahirkan pemimpin yang berkualitas. Jika orangtua bersikap toleran terhadap karakter-karakter buruk, demikian pula sosok yang akan hadir di tengah-tengah mereka. Karena itu, marilah kita menjadi rakyat yang bisa melahirkan pemimpin yang bersih dari ketidakjujuran dan korupsi.

Penulis: Arizki Fil Bahri

BAGIKAN