Peringati Hari Kemerdekaan Ke-71, Dua Remaja Tanggung Naik Gunung Marapi Ketinggian 2.891 MDPL

Beberapa bulan lalu, remaja ini pernah mengayuh Basi Tuo (sepeda) dari Bukittinggi ke Batam. Aksinya itu terbilang sangat pemberani dan tak kenal lelah.

1558
(depan) Andhika bersama (Belakang) Eri Hendri Naik Gunung Marapi. [Ist]

Kritisnews.com, Bukittinggi – Pantang mundur, maju tak gentar sebelum perang, itu lah semboyan pahlawan Republik Indonesia untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka berjuang bertaruh nyawa demi Kemerdekaan Indonesia. [Kamis, 18/08]

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-71, Andhika (19) remaja asal Kenagarian Kamang Hilir Kecamatan Kamang Magek Agam Sumatera Barat ini, beberapa bulan lalu pernah mengayuh Basi Tuo (sepeda) dari Bukittinggi ke Batam. Aksinya itu terbilang sangat pemberani dan tak kenal lelah.

Tak hanya itu, jelang memperingati Hari Ulang Tahun RI Ke-71 remaja ini menaruhkan nyali serta tenaganya mendaki Gunung Marapi yang ketinggiannya mencapai 2.891 Meter di atas permukaan laut (MDPL) dengan membawa sepeda.

Bersama teman sebaya, Eri Hendri (19) menemani Andhika untuk persiapan pendakian gunung yang sangat tinggi ini. Mereka memulai pendakian hari Jum’at tanggal 12 Agustus tepat pukul 10.00 pagi dari Koto Baru Sei Puar.

Melalui chatting, Andhika mengutarakan, “lewat dalam pendakian, kami di temani oleh cuaca yang dingin, badai di malam hari, ditambah dengan medan yang terjal dan bergelombang. Sempat terhenti beberapa menit, saat angin bertiup kencang, kemudian pendakian dilanjutkan setelah cuaca mulai bersahabat dan tenaga
kamipun mulai terkumpul”.

“Meskipun Jalan terjal, medan yang sulit kami lewati dengan menggendong sepeda, karna tidak memungkinkan untuk mengayuh sepeda. Akhirnya, berkat yakin semua itu terbayarkan saat kami sampai kepuncak gunung Marapi hari Sabtu tanggal 13 Agustus sekitar pukul 13.00 WIB siang”, kata Andhika yang juga aktif di Komunitas Federalist (FESTBUK) Bukittinggi Sumatera Barat ini.

Mereka menggendong sepeda besi jenis federal ini sebagai bentuk sebuah semangat 45 yang menginspirasi dari kehidupan yang dijalani, dimana kehidupan yang tak luput dari beban yang kita pikul. Tiada arti perjalanan tanpa sebuah pengalaman dan ilmu pengetahuan mewarnai kehidupan yang kita jalankan. Yang patut kita ingat adalah sejarah bagaimana sebuah perjuangan para pahlawan kita melawan penjajah demi merebut Kemerdekaan Indonesia ini,” tutur Andhika.

Via celluler Eri Hendri menambahkan, “pendakian ini bukan saja tentang berhasilnya menaklukan gunungnya, tapi menaklukan diri sendiri dengan berbagai hal yang dihadapi dengan perjuangan, serta untuk mengenang jasa para pahlawan saat mengusir para penjajah untuk kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan itu akan berarti dengan kesabaran, ketabahan , mendisiplinkan diri dengan berbagai hal ,”terangnya .

Terakhir, Andhika juga mengimpikan semoga Tanah Air ini tetap jaya, makmur dan abadi serta terlindung dari segala ancaman yang merusak ketenteraman rakyat Indonesia.

“Berkibarlah merah putih, Jayalah Negeri ini, Jayalah Bangsaku,” tutup Andhika via chatting. (Bondan)

 

 

Editor : Erwin Syahril