Musda II, Tupa Simanjuntak Terpilih Sebagai Ketua BPD PHRI Kepri

267

KritisNews.com, Batam – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia menggelar Musyawarah Daerah II dan Pelantikan Pengurus Badan Perwakilan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepulauan Riau Periode 2017 -2022 di Nagoya Mansion & Residence Batam, Kamis (27/7/2017).

Musda II tersebut dihadiri oleh Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi Sukamdani, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, Wakil Ketua Bidang Organisasi BPP PHRI Maulana Yusran, Korwil dan Caretaker BPD PHRI Kepri Denny S Wardhana, Sekretaris BPD PHRI Sumut, Perwakilan Batam, Tanjungpinang, Bintan, Tanjung Balai Karimun, dan anggota.

Pada musyawarah itu dilakukan rapat pleno sebanyak 4 kali. Pada rapat Pleno ke 4 merupakan pemilihan Ketua BPD PHRI Kepri. Setelah melalui musyawarah dan mufakat, akhirnya Tupa Simanjuntak keluar sebagai ketua terpilih BPD PHRI Kepri.

Tupa Simanjuntak, Ketua BPD PHRI Kepri terpilih periode 2017-2022. (KN Foto/Erwin)

Usai pemilihan dan pelantikan, Ketua BPD PHRI terpilih Tupa Simanjuntak, MM mengatakan, untuk kepemimpinannya selama 5 tahun kedepan, Tupa sudah mempersiapkan berbagai program kerja PHRI untuk mendongkrak kemajuan dunia wisata dan restoran.

“Untuk mewujudkan itu, kita harus mengacu kepada tingkat kunjungan, caranya harus banyak membuka peluang di sektor lain. Selain itu kita juga menciptakan produk unggulan kuliner asli Kepri untuk pariwisata. Sehingga orang luar ke Batam tak hanya menginap, tapi juga bisa melakukan kunjungan wisata.” ujar Tupa Simanjuntak kepada KritisNews.com, Kamis (27/7/2017) di Nagoya Mansion.

Sambungnya, Kepulauan Riau memiliki alam yang eksotis dan mempunyai nilai jual yang tinggi dibanding dengan negara tetangga. Maka, Ia bersama struktur organisasi berupaya untuk mengoptimalkan penggarapan wisata bahari.
PHRI juga akan bekerjasama dengan agen perjalanan seperti Asita. Kemudian kepada pelaku usaha HPI dan ASPI, untuk menjadikan destinasi dan menciptakan produk kuliner dengan menempatkan titik-titik kuliner baru di Batam

“Bagaimana menciptakan pariwisata yang hemat, bukan berarti murah. Kalo wisata kita hemat akan berdampak pada kunjungan wisata asing, mereka akan balik lagi ke Kepri,” katanya.

Dalam waktu dekat, BPD PHRI Kepri juga akan mengadakan event festival kuliner otak-otak. Untuk waktu, Tupa memperkirakan dimulai sekitar 2 bulan kedepan.

“Konsepnya simpel, kita akan informasikan kepada masyarakat di tingkat RT RW untuk mengirimkan ibu-ibu yang nantinya akan membuat otak otak dengan ciri khas masing masing. Nanti hasil makanan Melayu itu akan di jajakan di sepanjang jalan. Tempatnya kita rencanakan di Engku Putri,” ucapnya.

Berkaitan dengan itu, Tupa sangat mendukung program pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Kepri untuk meningkatkan pariwisata di Kepri terutama Batam.

Kemudian, PHRI juga membuat program khusus secara direksial yang melibatkan semua hotel yang tergabung di dalam perhimpunan. Salah satu contoh ia sebutkan, dengan membuat diskon untuk produk-produk dari Batam pada periode tertentu.

“Untuk harga sesuai dengan kebijakan masing-masing hotel. Maka nanti akan menggunakan sistem persentase,” katanya.

Hadirnya pariwisata di setiap daerah Kepuluan Riau harus berdampak positif bagi masyarakat luas, maka PHRI sejalan dalam mendukung program Kemenpar yakni dengan menargetkan 200 ribu wisatawan tinggal di Indonesia (stay) sampai 2019.

“Kalo ditargetkan 200 ribu dengan standar hotel bintang 3 keatas dibangun, maka market wisatawan menengah keatas lah yang akan datang,” pungkasnya. (Erwin)