“Mungkinkah Natuna Sanggup, Komersilkan Rapid Anitigen dari Bantuan BNPB”

301
Gambar merupakan Ilustrasi

Kritisnews.com,Natuna-Mungkin sebagaian masyarakat Natuna, sempat mengetahui, bahwa sebanyak 5000 unit Rapid Antigen, pernah diperbantukan oleh pihak BNPB untuk Natuna.

Hal itu merupakan permintaan Satgas gugus tugas covid 19 Natuna, melalui Dinas Pemadam kebakaran yang tertuang pada No Surat 300/57/Gugas-Set/XI/2020 Perihal: Permohonan Dukungan Percepatan dan Penanggualangan Covid 19 Natuna.

Syawal selaku Kadis Damkar saat dikonfirmasi Rabu (23/12/20) membenarkan bahwa “ia pada bulan November yang lalu, Pihak Dinas Pemadam Kebakaran sempatq melakukan permintaan bantuan kepada BNPB Pusat, perihal dukungan penanganan covid 19 di Natuna.

Alhamdulilah surat tersebut di respon baik oleh Pihak BNPB, sehingga pak Doni Monardo, memberikan bantuan untuk Natuna sebanyak 5000 buah rapid antigen demi mempermudah tracing di Kabupaten Natuna Ungkap Syawal

Surat Keterangan Bantuan dari Dinas Damkar Ke BNPB

selanjutnya dengan didapatkan bantuan tersebut, kami dari Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Natuna, langsung menyerahkan Bantuan tersebut kepada pihak Dinas Kesehatan Natuna untuk dipergunakan sesuai dengan peruntukannya.Yang mana bantuan itu langsung diterima oleh Kepada Dinas Kesehatan Natuna dan disaksikan langsung oleh Jubir Gugus Tugas Covid 19 Tegas Syawal

Selanjutnya Dari pantauan Investigasi awak media ini, dibeberpa jajaran Dinas Kesehatan Natuna terkhusus diwilayah kesehatan di Kecamatan, pihak Puskesmas yang enggan disebutkan namanya, juga mengakui bahwa tracing awal, mereka selama ini dalam hal penangan covid 19, masih menggunakan rapid antibodi, bukan langsung menggunakan rapid antigen,walaupun kami tau dari segi keakuratan lebih bagus rapid antigen, tapi kami sangat enggan menggunakannya, karana unit rapid anitigen yang kami terima lebih kecil, dibandingkan unit rapid antibodi Imbuhnya.

Berbeda halnya Narasumber ke dua yang dimiliki oleh awak media yang tidak mau disebutkan namanya, juga menuturkan bahwa dugaan dikomersilkan rapid antigen yang didapatkan oleh Pemerintah Natuna dari BNPB, sangat mungkin terjadi,dikarenakan ketersedian Rapid anitigen yang dibeli langsung dari Dinas Kesehatan Natuna maupun RSUD Natuna di duga belum pernah dilakukan.

Lantas apa mungkin ketersedian dan fasilitas Rapid Antigen yang dimiliki oleh RSUD Natuna, yang digunakan untuk syarat penerbangan tersebut adalah milik bantuan dari BNPB atau memang RSUD sendiri sudah menyiapkannya, sebagai pengadaan barang yang bisa menambah penghasilan dari RSUD itu sendiri

Tunggu Berita selanjutnya Keterangan langsung dari Pihak direktur RSUD Natuna dan penulusuran kepada
Kabid P2P Dinas Kesehatan (Ari)

BAGIKAN