Menohok, Raport Merah Pemda Lotim Dinilai Insan Pergerakan

147

KritisNews.com, Lombok Timur – Insan Pergerakan di Lombok Timur memberikan raport merah dalam refleksi 3 tahun kepemimpinan H. M. Sukiman Azmy dan H. Rumaksi (SUKMA) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur.

Catatan media ini, Raport merah tersebut diantaranya diberikan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Kasta NTB.

Sekretaris DPP Kasta NTB, Hasan Saipul Rizal, diantaranya, menyoroti banyak janji politik yang belum direalisasikan kepada masyarakat saat ini.

” Pak Bupati terlalu banyak janji politiknya, tapi realitanya masih banyak belum direalisasikan,” kata Hasan kepada Wartawan, kemarin (29/09).

Dicontohkan, janji satu desa satu lapangan, satu desa satu dokter, krisis air di wilayah selatan juga belum teratasi sampai saat ini belum lagi janji yang lainnya.

“Jadi pemimpin itu jangan suka berjanji kalau tidak ditepati, karena janji itu adalah hutang yang harus dibayar,” tegasnya.

Penilaian Hasan lainnya, masih seputar refleksi 3 tahun kepemimpinan SUKMA, dinilai lucu, dimana Bupati Lotim melimpahkan tugas kepada Wakil Bupati Lotim pada sisa dua tahun kepemimpinannya.

Hal ini menandakan kalau Bupati Lotim dinilai tidak mampu memimpin Lotim.

“Apalagi ada wacana ingin maju menjadi Calon Gubenur NTB. Lotim saja belum beres diurus apalagi mau maju menjadi calon Gubenur, hendaknya harus berkaca terlebih dahulu,” tandas aktivis yang populer dengan nama Hasan Gauk tersebut.

Untuk raport merah dari Insan pergerakan lainnya, yang tergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mempertanyakan dengan detail berbagai permasalahan yang terjadi di Lombok Timur.

Ada 7 point penilaian yang disebarnya melalui kertas pada aksi terkait refleksi 3 tahun dan juga diutarakan langsung pada saat orasi lapangan melalui Ahmad Muzakir, ketua cabang PMII Lotim dan Samsul Hadi sebagai Kordumnya.

“Dari pembangunan akses infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan dan pemerataan hasil perekonomian, pelayanan kesehatan yang baik, apakah sudah dinikmati?”, catatnya sembari menguraikan permasalahan serius lainnya, termasuk menjamurnya retail modern. (mz).