Kota Penyandang Gelar Adipura Ini, Tercemar Oleh Tumpukan Sampah Di Pusat Belanja

Tumpukan Sampah Di Plaza Bukittinggi.

883
Tumpukan sampah di Area Parkiran Pusat Perbelanjaan Plaza Bukittinggi. [KN Foto/Bondan]

Kritisnews.com, Bukittinggi – Masyarakat Bukittinggi sangat beruntung memiliki kota dengan hawa yang sejuk, alam yang indah dan kebersihannya. Kota yang selalu di kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara ini begitu indah dipandang mata, tak heran kota ini mampu meraih penghargaan piala adipura sebagai simbol supremasi tertinggi bagi kota terbersih berwawasan lingkungan hidup. Senin [19/9].

Semua itu tentunya tak luput dari kerja keras Pemerintahnya, bersama seluruh stake holder dan peran serta masyarakat kota untuk menciptakan Kota Bukittinggi bersih dan nyaman, akhirnya telah berbuah manis, berhasil diraih Kota Bukittinggi setelah berpuluh tahun lamanya tidak menyandang gelar ini.

Namun sangat disayangkan, kota nan bersih ini menjadi kotor dikarnakan aroma tak sedap yang menyengat hingga kehidung, terlebih wisatawan yang berlalu lalang.

Bau busuk itu ternyata berasal dari area parkir Plaza Bukittinggi.

Penyebabnya, tumpukan sampah kering dan sampah basah yang menggunung di dalam bak truk sampah, lama tak diangkut, sehingga membuat pengunjung yang lewat dilokasi tersebut, spontan tutup hidung, bahkan karyawan /i ditoko itu sendiri, terutama di lantai atasnya mengeluhkan aroma tak sedap yang menyengat itu.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang karyawan Plaza Bukittinggi, inisial HR kepada Kritisnews, “biasanya bak sampah di angkut satu kali saja dalam dua hari oleh dinas terkait”.

“Karna tumpukan sampah-sampah ini, bau busuk merambat sampai ke lantai atas, pengunjung bahkan wisatawan yang lewat disini pun tutup hidung,” ucap HR.

Rianto (37) pengunjung di Plaza ini juga mengeluhkan hal yang sama, “usai berbelanja bersama keluarga dan biasa kita memarkirkan kendaraan disini, dekat tumpukan sampah ini”.

“Saya tidak nyaman dengan aroma busuk menyengat itu, padahal ini pusat belanja para pengunjungkan,” katanya kecewa.

Seharusnya hal ini tidak ditemukan lagi di tengah kota yang sudah bersusah payah menyandang gelar Penghargaan Adipura.

Pemerintah kota Bukittinggi harus menanggapi dan menyikapi hal yang menggganggu keindahaan, kebersihan dan kenyamanan di khalayak ramai, terlebih dipusat perbelanjaan seperti di Plaza Bukittinggi ini. [Bondan]

 

 

 

Editor : Erwin Syahril