Kapolsek Sungai Kanan di Nilai Tidak Serius Melakukan penyidikan Kasus Penipuan dan Penggelapan

47

Kritisnews.com, Labusel Sei Kanan – Nurhayati Seorang ibu Rumah tangga yang bekerja di Polres Labuhanbatu Sebagai tenaga BHL di Unit Intel di duga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap korban Rosliani Zenerty Dalimunthe.

Berdasarkan hasil investigasi dan konfirmasi Sejumlah awak media Sabtu 1 Januari 2022,kepada Korban penipuan Rosliani Zenerty Dalimunthe(24) warga Desa Marlaung kecamatan Ujung Batu Jae kab,Paluta mengatakan

Nurhayati di bulan Januari tahun 2015 mengaku telah menerima uang sebesar Rp 60 juta dari tangan Rosliani Zerniaty Dalimunthe sebagai bukti selembar kwintasi bermaterai dan surat pernyataan yang telah tanda tangani nya.

Rosliani Zenerty menerangkan memang benar di tahun 2015 kami bertemu di Rumah saudara nya di Desa Marlaung Kecamatan Ujung Batu jae Kabupaten Paluta,tidak jauh dari kediaman atau Rumah Orang tua saya di saat pertemuan itu la Nurhayati(34)menawarkan peluang kepada saya untuk jadi tenaga kesehatan Bidan PTT di dua kabupaten yakni Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Paluta.

Korban menambahkan,dua termin saya menyerahkan pertama di rumah saya dan yang kedua di SPBU Suka Jadi Desa Sabungan kecamatan Sungai kanan Kab Labuhanbatu Selatan,”Sebut nya.

Berlanjut beberapa tahun kemudian saya tunggu sampai 2018 tidak ada kabar berita saya menjadi Bidan PTT,dan akhir nya masalah saya bawak ke ranah hukum saya membuat laporan pengaduan(LP)ke polsek Sungai kanan pada tanggal 20 mei 2019.namun sebelunya saya telah mencoba 4 kali menagih janji nya Nurhayati tapi jawab nya sabar la kalo tidak jadi Masuk uang nya Pasti aku kembalikan,”terang nya.

Kemudian,Laporan Pengaduan saya di terimah polisi dan laporan dan pengaduan tersebut sempat di proses di lakukan penyidikan pihak kepolisian beberapa kali namun sampai sekarang saya tidak tau gimana hasil nya,”sebut nya.

Lebih lanjut,Kapolsek Sungai Kanan AKP Heri Sugiarto SH.MH ketika di konfirmasi oleh wartawan Warta Poldasu Dahrumsyah Pasaribu beserta rekan rekan nya melalui via Seluler 1 januari 2022,mengatakan memang benar kami ada menerima Laporan yang di maksud tapi sudah pernah sempat kami lakukan gelar perkara,namun kami menemui kendala di dalam penyidikan kasus tersebut karena suami kedua belah pihak selaku saksi sulit untuk di jumpai sampai sekarang,”Kata nya.

Kapolsek kemudian menambahkan di samping itu juga pada saat itu yang memberi dan yang menerima uang nya orang nya sudah sulit untuk di temui kedua orang itu lain tidak mantan suami masing si korban dan si Pelaku,”tegas nya. (wkd)

BAGIKAN