Kanker Usus Besar Bisa Disembuhkan Tanpa Operasi, Ini Caranya

11
Foto Kompas.com
KritisNews.com – Tingkat Kelangsungan Hidup Pasien Kanker Usus Besar Stadium Akhir Kurang Dari 50 Persen. Survei menunjukkan jika stadium 1-2 memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun lebih dari 75-90 persen. Sementara pengidap stadium 3 memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun kurang dari 50 persen dan pasien stadium 4 memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun kurang dari 10 persen.
Kelangsungan hidup pasien kanker usus besar stadium awal memang jauh lebih tinggi. Namun saat terdiagnosis, lebih dari 50 persen sudah masuk stadium akhir dengan tingkat keganasan tinggi, dan tingkat kelangsungan hidup rendah.
Tidak hanya dengan operasi
Di Indonesia, operasi, kemoterapi dan radiasi adalah pengobatan utama kanker usus besar. Untuk mencegah kekambuhan, pembedahan biasanya juga akan dilakukan pada jaringan sekitar tumor. Meski tujuannya untuk penyembuhan, metode ini dapat menimbulkan komplikasi terutama pada kasus tumor di sekitar anal (anus). Setelah operasi, biasa dibutuhkan pembuatan kantong (kolostomi) dan rekonstruksi anus buatan.
Hal itu memberikan berbagai tekanan psikologis bagi pasien seperti ketidaknyamanan pada proses perawatan hingga beban tersendiri untuk pasien saat akan kembali ke masyarakat. Selain itu, banyak pasien yang saat terdiagnosis sudah memasuki stadium akhir. Terjadi perlekatan antara tumor adhesi dan pembuluh darah jaringan sekitar yang mempersulit proses reseksi dan pengobatan selanjutnya.
Salah satu rumah sakit yang menerapkan metode penyembuhan pasien kanker usus besar adalah St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Metode minimal invasif yang digunakan untuk pengobatan yakni:
1. Intervensi: Luka sayatan 1-2mm yangakurat melawan kanker
Kelebihan Terapi Intervensi adalah memiliki kemampuan membunuh dan membuat tumor mati kelaparan. Efeknya signifikan, obat terpusat, minim efek toksisitas, minim komplikasi, trauma ringan, minim luka, dan pemulihan cepat. Jika dibandingkan dengan kemoterapi konvensional, terapi ini dapat dengan maksimal mengurangi penderitaan pasien.
2. Imunoterapi : Meningkatkan sel imun, memperpanjang kelangsungan hidup
Imunoterapi tidak hanya membunuh sel kanker, tetapi juga membersihkan sisa penyakit, serta mencegah kekambuhan dan penyebaran. Metode ini dapat meningkatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh pasien yang rusak untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.

Karena sel imun berasal dari tubuh pasien sendiri, tidak mungkin terjadi penolakan. Metode ini sangat aman dan tanpa efek samping. Kondisi tubuh yang sehat atau lemah tetap bisa menjalani terapi ini. Jika terapi sel imun dikombinasikan dengan metode intervensi, hasil pengobatan kanker usus akan menjadi lebih maksimal.

 

3. Gabungan pengobatan timur dan barat
Obat tradisional China dapat membantu menyeimbangkan kondisi tubuh, meningkatkan sistem kekebalan dan kualitas tubuh, meningkatkan kemampuan tubuh melawan penyakit, serta mengontrol perkembangan tumor. Selain itu juga dapat mengkonsolidasi dan meningkatkan efektifitas intervensi dan imunoterapi, mengurangi efek samping pengobatan barat, serta efektif menurunkan kemungkinan komplikasi.

Metode Gabungan Pengobatan Timur dan Barat di St Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou dapat membunuh dan membersihkan tumor dengan stabil dan merata, serta semaksimal mungkin mengurangi terjadinya kerusakan tubuh akibat pengobatan. Selain itu, kombinasinya mampu menyeimbangkan kondisi tubuh dan melawan kanker, serta meningkatkan sistem kekebalan dan kualitas tubuh. Metode gabungan pengobatan timur dan barat ini lebih efektif dan rileks untuk diterapkan pada pasien.

 

4. Terapi Gen Bertarget untuk Membunuh Sel Kanker dari Akarnya

 

Terapi Gen Bertarget mampu merancang dan memilih pengobatan yang tepat bagi sel-sel kanker dengan karakteristik biologis berbeda sehingga mengurangi efek samping buruk obat terhadap tubuh. Obat yang masuk ke tubuh pasien secara otomatis akan memilih target karsinogetik dan bereaksi, mengakibatkan reaksi spesifik yang mematikan sel tumor tanpa memengaruhi jaringan normal sekitarnya. Terapi ini akan mengidentifikasi akar penyebab penyakit dan gen abnormal yang merupakan “obat dasar” terapi kanker. Jika dibanding metode pengobatan konvensional, terapi gen bertarget lebih akurat, efektif, dan aman. (*)

Sumber Kompas.com