Jaga Keutuhan NKRI, Indonesian Youth Congress Laksanakan Diskusi Publik

105

KritisNews.com, Batam – Indonesian Youth Congress(IYC) megadakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema ‘Peran Serta Generasi Pemuda dan Mahasiswa dalam Menjaga Keutuhan NKRI’, di Aula Kantor Dispora Kota Batam, Selasa (01/10/2019).

Dalam diskusi interaktif tersebut, organisasi milenial ini menghadirkan empat pembicara yang memiliki kemampuan pada masing – masing bidangnya, seperti , Edwin Agung Wibowo, SE., M.Com., Direktur Reskrimsus Polda Kepri diwakilkan oleh EKA, M.Samad Kabid Sarana dan prasarana Dispora Batam, dan perwakilan dari Kodim 0316.

Ketua Umum DPW IYC Kepri, Zainul Sopian mengatakan, kegiatan dialog ini telah lama rekan-rekan pemuda dan mahasiswa meminta wadah untuk menyampaikan ide-ide, selain aksi yang dilakukan beberapa hari belakangan ini.

“Kegiatan FGD tersebut terbentuk karena adanya permintaan dari Rekan-rekan mahasiswa dan pemuda yang ingin menyampaikan gagasan terbaiknya melalui kajian forum diskusi, dan tidak selalu melakukan aksi demonstrasi yang telah terjadi pada beberapa hari belakangan ini,” ujar Sopian.

Sopian juga mengatakan, diskusi hari ini dengan mengangkat tema Keutuhan NKRI, agar bisa memberikan pemahaman terhadap kaum milenial tentang pentingnya persatuan negara, sekaligus juga memberitahukan kepada rekan pemuda dan mahasiswa agar lebih bijak dalam mengatasi berita bohong atau hoax, yang bisa memecah belah kesatuan negara Indonesia.

“Tema yang diambil hari ini tentang bagaimana peran Mahasiswa dan pemuda untuk menjaga keutuhan NKRI, hal tersebut bertujuan agar pemuda dan mahasiswa bisa memahami berbagai unsur apa saja yang bisa memecah belah Negara Indonesia, dan bagaimana cara menanggapi serta menghindari pemberitaan hoax yang beredar di tengah – tengah publik,” kata Sopian.

Selain itu, salah satu peserta FGD, Haris Armanda mengungkapkan rasa terimakasih kepada IYC, karena melalui forum tersebut mahasiswa bisa lebih berpikiran terbuka dalam menyampaikan idenya, serta memberikan masukan terhadap mahasiswa agar bisa lebih berhati-hati dalam menyikapi pemberitaan hoax yang bisa beredar luas.

“Terimakasih untuk IYC yang telah meyediakan wadah bagi pemuda dan mahasiswa untuk bertukar pemikiran, dan dari beberpa topik pembahasan yang disampaikan oleh pemateri semoga bisa bermanfaat bagi kami untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan sosmed, agar terhindar dari berita hoax yang bisa memecah kesatuan NKRI,” ungkapnya.

Haris juga mengungkapkan, seharusnya hal seperti ini bukan hanya dilakukan oleh para pemuda saja, alangkah lebih baiknya element pemerintahan baik vertikal maupun horizontal dapat membuka kegiatan seperti ini, dan melibatkan para pemikir akademisi untuk menyampaikan pendapat dan idenya ditengah kondisi Indonesia saat ini.

“Kegiatan seperti ini sangat baik jika Pemerintah juga melakukannya, apalagi jika pemerintahan melibatkan kaum akademisi agar bisa berdiskusi dan menyampaikan gagasan terbaiknya pada kondisi Indonesia saat ini yang sedang tidak Baik-baik saja,” sambungnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Kota Batam seperti dari universitas Ibnu Sina, Universitas Riau Kepulauan(Unrika), Politekhnik Negeri Batam, Mitra Bunda dan pelajar IPNU. (*/Rd1)