IWO Sumsel Minta Poisi Tangkap Pengeroyok Wartawan di Banyuasin

35

KritisNews.com, Palembang – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Kepolisian segera menangkap sekelompok orang yang diduga pihak keamanan PT Lintang yang telah menabrak dan mengeroyok seorang wartawan media Online adaberitanet.com, Deni Irawan saat sedang melakukan peliputan, Minggu (8/03/2020) di Banyuasin Sumsel.

“Kami sangat mengecam adanya aksi kekerasan dan pengeroyokan yang di nilai sangat biadab terhadap Deni Irawan wartawan media online adaberitanet.com yang sedang melakukan peliputan penambangan pasir di Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin. Dimana saat itu, Deni Irawan sedang melakukan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat hampir 2 tahun,” ujar Ketua IWO Sumsel, Sonny Kushardian melalui rilis resminya.

Ia menyebutkan, IWO Sumsel menuntut polisi bisa bekerja optimal untuk menciptakan rasa aman pada warga Banyuasin, utamanya kalangan jurnalis karena dalam melaksanakan tugasnya wartawan dilindungi hukum yakni UU no 40 Tahun 1999. Untuk itu, sambungnya, kita meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengeroyokan dan mengusut tuntas kejadian tersebut.

“Bila tidak mampu, kami secara terbuka akan menyatakan mosi tidak percaya pada Kapolda Sumsel,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya saat ini akan membentuk tim investigasi dan segera melakukan pendampingan hukum terkait kejadian tersebut. Pasalnya, korban merupakan anggota IWO Sumsel. Maka itu, melalu Biro Hukum IWO Sumsel kami akan segera melakukan pendampingan Hukum terhadap yang bersangkutan.

Kejadian itu bermula saat Deni Irawan sedang melakukan peliputan investigasi terkait adanya keluhan masyarakat yang hampir 2 Tahun ada penambangan pasir di Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin yang tidak jelas kontribusinya seperti apa kepada masyarakat setempat.

“Hampir 2 Tahun ini berlangsung tidak jelas kemana kontribusinya. Saat saya ke lokasi desa tepatnya di dusun gemanpo Desa Rantau harapan,yang saat itu sedang mengambil gambar dari atas perahu, datang Speedboat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang saya naiki,” cerita Deni Irawan korban pengeroyokan saat diwawancarai awak media didampingi Ketua IWO Sumsel, seusai mendapatkan penanganan medis di Klinik Revalisa Pangkalan Balai Sumsel.

Akibat benturan dengan Speedboat tersebut sambungnya, dirinya langsung terpental ke sungai, namun Handphone tidak terlepas dari tangannya. Tidak cukup disitu, para pelaku lebih kurang enam orang tersebut, secara membabi buta mengeroyok, memukul dan menendang Deni berkali-kali.

“Saya berusaha berpegangan di ujung perahu, melihat saya masih memegang Handphone (Hp) beberapa pelaku langsung memukul tangan kiri saya yang memegang HP mengunakan besi behel bergagang bambu sampai Hp saya terlepas dan masuk ke dalam sungai,” tukasnya.

Atas kejadian tersebut, Deni mengalami luka robek di jari tangan sebelah kiri, lembam dibagian kepala kiri, ngilu dibagian bahu sebelah kiri. Tidak terima perlakuan para oknum tersebut, Deni telah melaporkan kejadian tersebut ke SPK Mapolres Banyuasin. Deni berharap pelaku segera ditangkap dan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. (Hasian/Rilis IWO Sumsel)

BAGIKAN