Gerak Cepat, Petugas Langsung Bersihkan Sampah Berserakan

26
Petugas membersihkan sampah yang berserakan hingga ke badan jalan di Kawasan Bengkong, Batam, Kamis (22/7/2021). Foto/DLH Batam

KritisNews.com, Batam – Gerak cepat Tim Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkait sampah menumpuk dan berserakan hingga ke badan jalan di Kawasan Bengkong, Batam.

Mendengar keluhan masyarakat setempat, petugas datang ke lokasi dengan menggunakan armada mobil dump truck (bak sampah). Hal tersebut guna membersihkan sampah-sampah yang berserakan hingga separuh badan jalan tersebut.

Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kota Batam, Dr. Herman Rozie, melalui Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Faisal Novrieco, mengatakan, lokasi tersebut memang lokasi TPS (tempat pembuangan sementara) liar yang dibuang sembarangan oleh orang tidak bertanggungjawab.

“Kami turunkan satu armada untuk angkut sampah-sampah yang berserakan. Lokasi itu (di depan Perumahan Golden City Residence 2) memang lokasi TPS liar, yang dibuang oleh warga Bengkong yang tidak bertanggung jawab. Mungkin oknum yang tidak bertanggung jawab, harusnya bisa dibawa ke TPS terdekat di Bengkong yang ada di TPS masing-masing kecamatan,” kata Faisal, Kamis (22/7/2021).

Dalam kesempatan ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat sekitar atau oknum yang tidak bertanggung jawab agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Jangan buang sampah sembarangan, dan mari kita jaga kebersihan lingkungan kita sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menjaga kebersihan lokasi pemukiman masing-masing,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sampah menumpuk dan berserakan hingga ke badan jalan di Kawasan Bengkong, 500 meter tidak jauh dari Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bengkong, tepatnya di depan Perumahan Golden City Residence 2, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.

Baca Juga :http://Sampah Berserakan hingga Badan Jalan

Seorang warga setempat, Andi (43), saat ditemui Wartawan, menjelaskan, jika sampah tersebut sudah lama tidak dibersihkan dan diangkut.

“Kami terkadang mau makan saja harus tutup semua pintu dan jendela, baru bisa makan. Baunya tak tahan mas,” ungkap Andi. (Ham)