Damkar Bukittinggi Sosialisasikan Penggunaan “Racun Api” Terhadap Warga

Sosialisasi diberikan karena dinilai rawan meledak.

154

KritisNews.com, Bukittinggi – Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi Sumatera Barat menggelar sosialisasi tentang tata cara menggunakan alat ‘Racun Api’ dan tindakan yang dilakukan saat terjadi ledakan kompor untuk rumah tangga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di tanah kosong belakang Pasar Putih Kelurahan Benteng Pasar Atas dihadiri oleh Kabid Pencegahan Penyuluhan Susilo, S. Sos serta jajaran, Lurah Benteng Pasar Atas Ismet, Babinsa, Babinkamtibmas, masyarakat serta pedagang yang berjualan dekat lokasi tersebut pada Selasa (25/7/2017).

Dalam kesempatan itu, Susilo mengatakan kegiatan ini merupakan program dari Pemerintah Daerah untuk masyarakat agar mengetahui bagaimana menggunakan peredam api serta cara memadamkan api secara manual apabila terjadi kebakaran kompor.

“Kami akan melaksanakannya lagi di 24 kelurahan dan hingga saat ini masih 5 kelurahan, 3 Puskesmas, 7 Paud serta kedepannya juga akan mendatangi sekolah-sekolah lainnya,” kata Susilo kepada KritisNews.com, Selasa (25/7/2017).

Ia menerangkan, hal tersebut sengaja diberikan pemahaman serta prakteknya, karena dinilai rawan terjadi ledakan. Apabila warga meninggalkan kompor dalam keadaan hidup di dalam ruangan tertutup, karena tidak ada pertukaran udara akan menimbulkan percikan api dari hawa gas.

“Biasanya, garis besar terjadi ledakan bersumber dari tali pipa gas yang telah lapuk terkena minyak dan sebagainya,” katanya.

Susilo menghimbau warga, agar sebelum menggunakan alat sumber api seperti kompor agar diperiksa terlebih dulu.

“Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (Bondan)