Bupati Natuna Hadiri Pelantikan DPD KNPI

23

Kritisnews.com,Natuna-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), resmi dilantik Proses pelantikan berlangsung di rumah makan Sisi Basisir, Jalan DKW. Muhammad Benteng, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Jum’at (23/10/2020) malam, oleh Ketua DPD KNPI Kepri, Banjar Ahmad.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, Sekda Natuna, Hendra Kusuma, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Natuna, Benny Suparta, Kepala Dinas Pendidikan Natuna, Suherman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Natuna, Boy Wijanarko dan beberapa perwakilan OPD, FKPD, para perwakilan Ormas, OKP serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Natuna menyampaikan, sebagai induk dari organisasi kepemudaan, KNPI memiliki potensi untuk membawa kemajuan daerah, khususnya di Kabupaten Natuna.

Menurut Hamid Rizal, para pemuda dapat mendorong Pemerintah untuk membawa perubahan di suatu daerah. Khususnya dijaman kemajuan teknologi dan informasi seperti saat ini.

“Saya lihat semangat para pemuda ini sangat luar biasa sekali. Saya harap pemuda kita bisa mengimbangi kemajuan teknologi yang berkembang pesat, sehingga berdampak pula pada kemajuan daerah,” ucap Hamid Rizal.

Orang nomor satu di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah itu meminta, agar para pemuda dapat menggali potensi daerah, dengan cara berkreasi, berinovasi, berkarya dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jadi pemuda itu jangan hanya berpangku tangan, namun harus berusaha berinovasi. Dan jangan pula hanya berharap bisa bekerja di Pemerintahan, namun juga harus bisa menciptakan peluang pekerjaan,” pesan Hamid Rizal.

Sementara itu Ketua DPD KNPI Kepri, Banjar Ahmad, dalam amanatnya menyampaikan, bahwa KNPI merupakan organisasi plat merah yang harus bekerjasama dengan Pemerintah.

Kata dia, KNPI adalah organisasi yang lahir dan besar bersama Pemerintah.

“Tidak pernah ada KNPI itu didoktrin untuk memberontak Pemerintah. KNPI itu harus bisa menciptakan kegiatan yang bersinergi dengan Pemerintah,” tegas Banjar Ahmad.

Meski demikian, Banjar juga berpesan kepada DPD KNPI Natuna, agar jangan pernah meminta uang kepada Pemerintah.

Menurut dia, pemuda harus bisa berkarya dan harus bisa bekerja sendiri, tanpa mengandalkan bantuan dari Pemerintah.

“Pemerintah itu hanya sebagai sarana untuk mencantolkan program para pemuda,” katanya.

“Izin Pak Bupati, jangan pernah kami dikasih ikan, namun ajarilah kami cara memasang kail untuk menangkap ikan,” pesan Banjar kepada Bupati Natuna.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD KNPI Natuna yang baru saja dilantik, Haryadi, menjelaskan, bahwa Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Natuna sejatinya telah dilaksanakan pada Desember 2019. Namun karena adanya berbagai kendala dan pertimbangan, akhirnya pelantikan baru dapat dilaksanakan dipenghujung tahun 2020.

Mudah-mudahan setelah dilantik ini, kami bisa langsung berbuat dan siap berkarya untuk mengisi pembangunan daerah,” ujar Haryadi.

Sesuai tema pelantikan kali ini, yaitu “Pemuda Bersatu dan Bangkit, Berjuang Melawan Penyebaran Covid-19”, Haryadi bersama para pengurus dan anggota akan melaksanakan Gerakan Pemuda Peduli Masker, pada 28 Oktober 2020, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-92.

Dalam kegiatan tersebut, KNPI akan menggandeng Pemerintah, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 serta para Ormas dan OKP yang ada di Kabupaten Natuna.

“Bentuk kegiatannya yaitu membagikan masker secara gratis kepada anak-anak sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA, serta kepada masyarakat umum,” terang Haryadi.

Haryadi juga menegaskan, bahwa KNPI Natuna akan bersikap netral pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, baik Pilkada ditingkat Kabupaten maupun Provinsi.

“KNPI sangat mendukung suksesnya Pemilu Kada tahun ini. Namun kami tidak pernah mengibarkan bendera untuk mendukung salah satu Paslon, baik Kabupaten maupun Provinsi. Kami sudah memutuskan untuk mengambil garis tengah sebagai organisasi yang netral. Jadi kami persilahkan setiap anggota untuk bersikap dan memilih calonnya masing-masing, tanpa membawa bendera KNPI,” tegas Haryadi.

Acara ditutup dengan acara sesi foto bersama.

BAGIKAN