Bupati Karimun Terbitkan SE Protokol Pelaksanaan Ibadah Fase New Normal, Ini Isinya

24

KritisNews.com, Karimun – Bupati Karimun Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dr H Aunur Rafiq, S.Sos, M. Si mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor : 450/SET-COVID-19/V/09/2020, tentang Protokol Pelaksanaan Ibadah Berjamaah di Rumah Ibadah pada Fase New Normal di Kabupaten Karimun, Kamis (28/5/2020).

Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Camat Se-Kabupaten Karimun, Ketua FKUB Kabupaten Karimun dan Pengurus Rumah/Sarana Ibadah Se- Kabupaten Karimun.

Adapun isi Surat Edaran tentang Protokol Pelaksanaan Ibadah dalam kondisi Covid-19 (Fase New Normal) pada Rumah/Sarana Ibadah di Kabupaten Karimun adalah sebagai berikut,

A. Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK. 02.01/MENKES/335/2020 Tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam mendukung Keberlangsungan Usaha.

B. Berdasarkan Surat Gubernur Kepulauan Riau No.56/SET-GTC19/V/2020 tanggal 26 Mei 2020 dan No.57/SET-GTC19/V/2020 tanggal 27 Mei 2020. Hasil Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah kabupaten Karimun bersama Kepala Kantor Kementerian Agama dan Pimpinan Organisasi/Ormas Islam se-Kabupaten Karimun tanggal 27 Mei 2020.

Maka dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
a. Pemerintah Kabupaten Karimun telah berkoordinasi terhadap persiapan
pelaksanaan adaptasi perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 (Fase
New Normal) di Provinsi Kepulauan Riau yang berkaitan dengan pelaksanaan Ibadah di Rumah/Sarana Ibadah.

b. Hasil kerjasama Tim Gugus Percepatan Penanggulangan COVID-19 dan stakeholder Kabupaten Karimun terkait yang telah terlaksana dengan sangat baik sehingga perkembangan Covid-19 senantiasa dalam kondisi baik dan terkendali, walaupun daerah-daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Karimun penyebaran Virus Covid-19 terus meningkat.

c. Kabupaten Karimun berdasarkan peta status wilayah penyebaran Covid-19 pada 282 Kab/Kota se-Indonesia yang diperoleh dari Situs Kementerian Kesehatan RI Tanggal 22 Mei 2020 berada pada Zona Kuning.

d. Laporan update Covid-19 Kab. Karimun sampai dengan tanggal 28 Mei 2020 oleh TIM GUGUS TUGAS Kab.Karimun menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di Kab.Karimun dalam kondisi semakin menurun dan terkendali.

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka Pemerintah tetap menganjurkan untuk melaksanakan Ibadah dirumah saja bersama Keluarga, Namun Demikian bagi Pengurus dan
Jamaah Rumah/Sarana Ibadah se-Kabupaten Karimun yang berkeinginan untuk melaksanakan Ibadah di masa Pandemi COVID-19 pada Fase New Normal ini , maka wajib mengikuti Protokol kesehatan Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19 sebagai berikut :

1. Bagi Pengurus Masjid/Mushalla yang akan melaksanakan Sholat berjamah untuk memperhatikan hal hal
sebagai berikut :
a. Menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.
b. Menyediakan Antiseptik untuk Jamaah dan Desinfektan untuk membersihkan fasilitas Ibadah
sebelum dan sesudah digunakan.
c. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah.

d. Dalam melaksanakan Ibadah pengurus maupun jamaah harus memakai masker, apabila tidak
menggunakan tidak diperkenankan untuk beribadah secara berjamaah.
e. Bagi jamaah yang kurang sehat atau yang memiliki gejala demam, batuk, bersin tidak diperkenankan untuk beribadah secara berjamaah.

f. Jamaah diprioritaskan bagi warga bertempat tinggal disekitar Sarana / Rumah Ibadah atau merupakan jamaah tetap.
g. Tidak berjabat tangan dan berpelukan.
h. Mempersingkat waktu pelaksanaan Ibadah.
i. Membawa sajadah masing-masing dan dianjurkan untuk berwudhu dari rumah.

j. Menerapkan Physical Distancing/Menjaga jarak, minimal 1 lengan antara satu jamaah dengan jamaah lainnya;
Dalam ajaran agama islam menurut kaidah usul fiqh diperbolehkan berhubung situasi Darurat (Ad-dhorurotu tubikhul mahdhurot “ keadaan darurat membolehkan suatu
yang dilarang “).

k. Imam yang bertugas dalam memimpin sholat berjamaah sangat dianjurkan membaca Doa Qunut
Nazilah pada setiap shalat 5 (lima) waktu.

2. Bagi Pengurus dan Jamaat Rumah / sarana Ibadah selain Islam (Gereja, Kelenteng, Wihara dan Rumah
Duka), dalam melaksanakan peribadatan agar dapat mempedomani Protokol Kesehatan penanganan
COVID-19 sebagaimana angka 1 huruf a s/d h serta tetap menjaga sosial dan physical distancing.

3. Dalam Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan peribadatan sebagaimana dimaksud di atas diminta kepada TIM GUGUS TUGAS di tingkat Kabupaten dan Kecamatan/Kelurahan/Desa untuk secara intens memberikan pemahaman secara persuasif kepada Pengurus dan Jamaah Rumah/Sarana Ibadah.

4. Kepada seluruh Pengurus Rumah/Sarana Ibadah beserta Jamaah untuk melaksanakan Doa bersama
setiap selesai beribadah agar pandemi COVID 19 segera berakhir;

5. Mari Bersama Melawan Covid-19. Surat Edaran itu, ditandatangani Bupati Karimun di Tanjung Balai Karimun tertanggal 28 Mei 2020. (Hasian)

BAGIKAN