Buntut Saldo Bansos Rp.0, BRI dan Pendamping Diduga Bermain, Dua Desa Warning Lapor APH

37

KritisNews.com, Lombok Timur – Saldo BRI yang seharusnya terisi sesuai jadwal di rekening anggota Kelompok Penerima Manfaat (KPM) bikin marah Emak – emak yang ada di dua Desa di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, NTB.

Saldo Rp. 0 selama Berbulan – bulan tersebut kemudian memicu aksi mereka dengan menggruduk Kantor Cabang (Kancab) BRI Selong, Kamis 30 September 2021

Aksi emak-emak dipimpin langsung 2 Kades yaitu Kades Masbagik Utara Baru, Khairul Ihsan dan Kades Danger, Kaspul Hadi guna menyuarakan aspirasi masyarakatnya yang data saldo KPM terkait Nol berbulan – bulan.

Sebelum aksi tersebut berlangsung, Khaerul Ihsan pernah mengadakan berbagai langkah di Masbagik dengan pihak Pimpinan Cabang (Pinca) BRI maupun Kepala Unit BRI Masbagik terkait persoalan tersebut.

“Tapi ya, pihak BRI terkesan mau menghindar dalam persoalan ini dan kerap mencari alasan pembenar,” kesalnya.

Itulah kemudian yang membuat pihaknya bersama emak – emak mencari bukti agar diberikan rekening koran guna mengetahui data yang sebenarnya.

”Kami minta agar pihak BRI memberikan rekening koran agar menjadi jelas,karena kok bisanya saldo warga yang mendapatkan bantuan nol terus,” ujarnya.

Pihak BRI Cabang Selong, Pujianta yang menerima kedatangan ratusan emak-emak pun menyampaikan permohonan maaf.

Dikatakannya, Pimpinan Cabang BRI saat itu sedang ada kegiatan di Bandara.

Sementara terhadap apa yang diminta oleh warga mengenai rekening koran akan dilayani di belakang, sehingga emak – emak tersebut diajak ke belakang.

” Kita akan berikan rekening koran yang diminta warga,” kata Pujianta sambil mengarahkan koordinator aksi dan warga ke halaman belakang kantor BRI Cabang Selong.

Setelah mendapatkan komando para emak-emak langsung beramai-ramai ke halaman belakang kantor BRI untuk dilayani mencetak rekening koran.‎

Namun begitu sampai di halaman belakang kantor cabang BRI Selong, koordinator aksi melihat kepala unit BRI Masbagik sudah berdiri di depan warga yang akan dilayani menerima rekening koran.

Kepala Unit BRI Selong pun saat itu di semprot, karena dianggap sebagai pemicu persoalan ini.

Pantauan media, Kepala unit BRI Masbagik saat itu tidak bergeming dan menyahut, diduga karena kondisinya yang sedang terpojok.‎

”Silahkan kita adu argumet disini jangan terus cari alasan pembenar,” kata Khairul Ihsan seraya mengancam kepada pihak BRI kalau yang datang ini baru dua desa, belum semuanya dan tunggu saatnya.‎

Kemudian, setelah emak-emak yang telah mengecek rekening korannya, melihat ada sudah masuk bantuan tersebut, tapi yang masuk bantuan tahun 2020, sedangkan yang tahun 2021 belum ada.

” Kok bisa yang masuk bantuan tahun 2020 sedangkan yang tahun 2021 belum, maka ini menjadi pertanyaan kami,” kata emak-emak.

Sementara pihak pendamping maupun TKSK kecamatan Masbagik saat dikonfirmasi wartawan mengaku tidak mengetahui secara pasti, dan mempersilahkan agar ke Dinas Sosial

Terhadap persoalan tersebut, KritisNews secara terpisah usai aksi, menghubungi Kades Masbagik Utara Baru, Khaerul Ihsan pada Jum’at malam (30/09) di kediamannya.

Disampaikan, jika 7 x 24 jam tidak ada tindak lanjut, maka pihaknya akan melaporkan oknum – oknum terkait ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Khaerul Ihsan, didampingi Paguyuban Pencari Hati, Penasihat dan Kepastian Hukum (P2HPKH) Suhaemi, malam itu, menduga ada penggelapan dana bansos selama berbulan – bulan yang harus dicari kepastiannya.

“Apakah ini permainan oknum BRI ataukah oknum pendamping program Bansos tersebut, jika 7 x 24 jam tidak ada tindak lanjut maka kami sepakat untuk melapor ke APH”, cetusnya. (mz).