Warga Senujuh Sambas Mengeluh Koperasi Makmur Langgar Hasil Kesepakatan

146

KritisNews.Com, Sambas – Menindak lanjuti hasil kesepakatan antara PT Sam,Koperasi senujuh makmur,dengan masyarakat pada tanggal 9 Juli 2019 di ruang kabit perkebunan kabupaten Sambas,yang mana dari hasil kesepakatan tersebut dari masing masing pihak ingin membuktikan Kebenaran sehingga di sepakati untuk melakukan peninjauan di lokasi yang terindikasi bermasalah.
Namun sangat di sayangkan oleh pihak PT Sam terhadap masyarakat pihak koperasi senujuh makmur telah menodai kesepakatan tersebut,dengan tidak mau menghadiri pertemuan yang sudah di sepakati.

Menurut keterangan pihak PT Sam melalui perwakilannya bapak Abdurrahman pihak nya sudah menghubungi ketua koprasi bapak Karnawan melalui telpon namun nomor telpon bapak Karnawan tidak aktif dan bapak Abdurrahman menghubungi salah seorang anggota koperasi yaitu Bapak H.Nazirin untuk dapat menghadiri pertemuan yang sudah di sepakati di lokasi yang dianggap masih bermasalah Alias tidak ada kepastian dari pihak koperasi tersebut untuk hadir, kita juga tidak tau apa alasan dari pihak koprasi tidak mau menghadiri pertemuan yang sudah di sepakati ini.jelas Abdurrahman saat di wawancarai Kamis 18 Juli 2019.di lokasi perkebunan.

Dalam pertemuan yang singkat ini di lokasi perkebunan,Abdurrahman menjelaskan bahwa pihak PT Sam sudah melakukan ganti rugi tanam tumbuh milik masyarakat yang bekerja sama dengan perusahaan sudah di ganti rugi melalui koprasi senujuh makmur dan bagi masyarakat yang sudah menjual lahan milik merekapun sudah di selesaikan melalui ketua koprasi senujuh makmur kepada saudara Karnawan selaku ketua koprasi semasa beliau menjabat selaku kepala desa.tutur nya

Abdurrahman menambahkan,PT Sam membangun perkebunan kelapa sawit di desa senujuh ini bukan lah untuk kepentingan pribadi atau pun kepentingan perusahaan namun untuk kepentingan bersama,terutama untuk memberi lapangan pekerjaan bagimasyarakat di desa senujuh ini.

kami dari pihak PT untuk membangun perkebunan plasma ini sudah sangat sesuai kalau untuk plasma.40% untuk masyarakat, 60% untuk perusahaan itu sudah berupa kewajiban kami karna itu juga sudah menjadi kesepakatan awal.

perlu juga saya katakan untuk membangun perkebunan pihak PT Sam membangun plasma lebih besar dari pada pengelolaan kebun inti itu semua kami lakukan untuk kepentingan masyarakat.tegas nya.

“Maka dengan ini saya sangat menyesalkan dalam pertemuan ini tidak seorang pun pengurus koprasi yang mau hadir untuk penyelesaian permasalahan ini biar kita jelas duduk persoalan nya namun rasa kecewa kami kepada pihak koprasi yang seolah olah menghindar untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa permasalahan ini sudah kita selesaikan kepada pihak koprasi baik dari ganti rugi tanam tumbuh sampai pembayaran bagi masyarakat yang menjual langsung lahan nya kepada PT Sam”.jelas nya.

Abdurrahman juga berjanji kepada masyarakat pihak nya akan memanggil kembali pihak koprasi dan akan mempasilitasi pertemuan antara pihak PT,Pihak Koprasi dan Masyarakat itu secepat mungkin kita lakukan biar masyarakat juga tau bahwa selama ini PT Sam sudah melakukan penggantian kepada pihak koprasi karna mengingat koprasi adalah Mita dari perusahaan maka dari itu segala urusan yang berkaitan dengan masyarakat itu semua melalui koprasi jadi kami pihak PT Sam minta pihak koprasi harus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.ungkap Abdurahman saat di wawancarai

Dan apabila permasalahan ini tidak di selesaikan secepat nya maka kami dari pihak perusahan tidak akan membayar SHU selanjutnya dan akan kami pending sampai permasalahan ini benar benar selesai ini semua kami lakukan demi masyarakat desa senujuh kecamatan sejangkung kabupaten Sambas, tegas nya

Dalam hal ini pihak masyarakat juga minta kepada pihak koprasi harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan ini dan juga harus transparan kepada masyarakat dalam bentuk ganti rugi tanam tumbuh milik masyarakat dan juga minta kepada koprasi agar menyerahkan bukti bukti lahan masyarakat yang sudah diserahkan kepada pihak perusahaan dan segerah membuat laporan pertanggung jawaban dana plasma yang selama ini kami tidak pernah di ketahui oleh anggota koprasi dan malahan masih ada masyarakat yang tercantum sebagai anggota koprasi yang belum pernah menerima dana plasma yang sudah di bayar oleh prusahaan maka dengan ini kami masyarakat meminta kepada pihak koprasi untuk segerah menyampaikan laporan pertanggung jawaban semua dana koprasi dari hasil plasma sampai ganti rugi tanam tumbuh milik masyarakat itu semua kami minta di laporkan di hadapan masyarakat apabila perlu di saksikan oleh pihak perusahaan atau instansi terkait seperti kepala desa dan anggota koprasi.minta masyarakat

Dengan tegas masyarakat mengatakan apabila pihak koprasi tidak dapat mempertanggung jawabkan hal ini baik laporan pertanggung jawaban mau pun ganti rugi tanam tumbuh masyarakat terlebih yang kami tekankan kepada pihak koprasi untuk mempertanggung jawabkan dalam bentuk penyerahan lahan yang sudah di serahkan kepada perusahaan dan dapat menunjukan letak letak lahan yang di serahkan di karnakan masih banyak lahan masyarakat yang sudah diserahkan namun sampai saat ini belum bisa di pergunakan oleh pihak perusahaan di karnakan, sebagian masyarakat yang memiliki lahan tidak mau menyerahkan lahan tersebut karna lahan itu untuk menopang kehidupan keluarga seperti berkebun karet dan kami selaku masyarakat desa senujuh, kecamatan sejangkung, kebupaten Sambas memohon kepada pihak perusahaan untuk membantu masyarakat dalam penyelesaian permasalahan ini.”pungkas masyarakat.

Pewarta:Uray Rudi
Editor:Ledy