Roy Marten Meminta Putranya Tak Memilih Perempuan Bodoh untuk Dijadikan Istri

33
Foto Istimewa

KritisNews.com, Jakarta – Perceraian dengan Gisella Anastasia membuat Gading Marten terpuruk. Bahkan ayah Gading, Roy Marten meminta putranya tak memilih perempuan bodoh untuk dijadikan istri. Menurut Roy, perempuan yang pandai pasti akan berpengaruh terhadap kecerdasan anak-anak.

Namun ada hikmah dari perceraian Gading dan Gisel yang dirasakan oleh Roy. Aktor senior ini bersyukur karena menjadi lebih sering bertemu dengan cucunya, Gempita Nora Marten. “Sekarang malah lebih sering (ketemu) ketimbang dulu,” kata Roy saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (25/3) seperti dilansir dari Suara.

Sebagai seorang ayah, Roy hanya bisa mendoakan dan memberi dukungan pada putranya pasca perceraian. Ia juga berharap pemain film “Love For Sale” itu bisa menjalani babak baru kehidupannya dengan baik.

“Apa ada yang lebih dari doa? Saya hanya doa,” sambung Roy. “Karena itu hidup dia jadi saya hanya bisa mendoakan dan mendukung aja.”

Roy juga mengaku tak pernah lagi melihat Gading sedih atau murung setelah bercerai. Meski demikian, Roy tak dapat memastikan hal tersebut karena ia juga tak tahu perasaan Gading sesungguhnya.

“Saya enggak lihat. Kalau ketemu dia ketawa-ketawa aja, happy-happy aja,” beber Roy. “Tapi kan kita enggak pernah hati orang. Tapi kalau dari ucapannya sih enggak.”

Menurut Roy, Gading pun tak pernah membicarakan hal-hal galau kepadanya. “Happy aja-aja, enggak ada masalah. Kami enggak pernah bicarakan hal itu. Cerita biasa-biasa aja,” lanjutnya.

Namun saat disinggung soal kedekatan Gisel dengan Wijaya Saputra alias Wiji, Roy enggan membahasnya. “Saya tidak mau memberi komentar mengenai hal itu,” pungkasnya.

Begitu juga saat dimintai pendapat soal aksi mewek Gading menyanyikan lagu galau yang diduga belum bisa move on dari Gisel, Roy tidak bisa memberi komentar. “Saya malah enggak tahu. Masak sih. Saya tidak bisa komentar,” kata Roy.

Namun, Roy mengatakan bahwa apa yang dilakukan Gading adalah hal wajar. Ia menilai sang putra sudah tak dapat lagi menahan air mata soal masa lalu yang membuatnya sedih.

“Itu mungkin sebuah masa lalu yang ditangisi,” jelas Roy. “Enggak apa-apa, sebagai manusia sebagai laki-laki punya kesedihan sah saja.”

Lebih lanjut, Roy mendoakan Gading untuk menatap masa depannya dan tak perlu bersedih lagi. “Mudah-mudahan Gading harus move on bahwa ada masa depan yang harus dia kejar,” lanjutnya.

(Sumber Babe/wow keren)