LG Mengalami Kerugian pada Smartphone Buatannya Senilai 4,5 Triliun

1704

KritisNews.com – LG mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal III 2017. Secara keseluruhan, pabrikan elektronik Korea Selatan itu membukukan pendapatan 13,44 miliar dollar AS pada periode Juli – September 2017.

Namun kinerja bisnis smartphone LG kurang menggembirakan. Meski mengalami kenaikan angka pengapalan sebesar 44 persen di pasar domestik Korea Selatan, bisnis smartphone LG masih merugi 331,17 juta dollar AS, atau setara Rp 4,5 triliun

Pihak LG mengatakan kerugian bisnis ponsel pintar miliknya itu sebenarnya masih lebih kecil 13 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Jumlah pengapalan smartphone LG di kuartal III 2017 tercatat sebesar 13,7 juta unit. Angka tersebut menurun 18,4 persen dalam tiga tahun sejak kuartal ketiga 2014, saat LG membukukan pengapalan smartphone sebanyak 16,8 juta unit.

Bisnis smartphone LG terakhir kali mencatat profit pada kuartal I 2017, setelah peluncuran flagship LG G6. Itu pun jumlahnya 3,2 juta dollar AS saja (setara Rp 43 miliar), sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Android Authority, Jumat (27/10/2017).

Ada apa dengan smartphone LG? Salah satu kemungkinan masalahnya adalah persaingan yang makin ketat. LG sempat mencoba berinovasi dengan menelurkan ponsel modular LG G5 tahun lalu, namun sambutan pasar kurang menggembirakan.

Tahun ini, flagship LG G6 hanya dibekali chip Snapdragon 821, sementara flaghsip pabrikan lain telah menggunakan Snapdragon 835 yang lebih bertenaga.

LG disinyalir “terpaksa” beralih ke Snapdragon 835 lantaran stok awal chip tersebut sudah habis dipesan oleh Samsung untuk Galaxy S8 dan Galaxy S8+. Sementara, LG mengejar tenggat untuk merilis Android G6 di awal 2017, sehingga tak bisa menunggu batch Snapdragon 835 berikutnya seperti pabrikan lain.