Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna Yang Merugikan Negara 7,7 Miliyar. Martono : Belum ada mengarah ke-SP3.

77
Martono : Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepri

Kritisnews.com, Tanjungpinang – lima orang tersangka dugaan kasus Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna, hingga kini belum juga ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Kepri.

Kelima tersangka tersebut masing-masing mantan Ketua DPRD Natuna, HC, mantan Bupati Natuna RA, dan IS mantan Sekda, SY mantan Sekwan, serta MM, hingga Tahun 2019 ini belum juga ditahan.

Adapun kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna yang ditangani pihak Kejaksaan Tinggi Kepri tersebut dengan menguras APBD Kabupaten Natuna senilai 7,7 Miliyar.

Martono selaku Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kepri mengatakan terakait hal dugaan tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna,  sampai saat ini tetap berlanjut dan hingga kinipun belum ada langkah-langkah pihak Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri untuk mengarah ke-SP3.

“Dipastikan kasus tersebut tetap berlanjut, pihak Kajati masih dalam tahap pendalaman,” kata Martono saat dijumpain sejumlah wartawan, di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kajati), Jum’at (15/03/2019).

Hingga berita ini diunggah Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Edi Birton belum dapat di konfirmasi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna tersebut. (Dayat)

BAGIKAN