Gunting Rambut Tradisi Adat Budaya Melayu Singkawang

33

KritiNews.Com, Singkawang – Kota Singkawang kaya akan tradisi dan budaya serta etnis nya, satu di antaranya tradisi gunting rambut yang hingga kini masih dapat dijumpai di Desa kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah Kota Singkawang.

Tokoh Budaya Roban H Paeng.S.Pd mengatakan, tradisi ini biasanya dilaksanakan 40 hari setelah sang bayi dilahirkan, Prosesi gunting rambut, dimulai dengan membacakan Al Barzanji oleh sesepuh atau pemuka agama, Pembacaan Serakal AI-barjanji tersebut akan mendapat pahala serta safaat dari Nabi Muhammad SAW, pada saat potong rambut bayi tersebut.

Kemudian barulah prosesi gunting rambut dilakukan dan dilaksanakan secara bergantian.

Adapun perlengkapan yang disiapkan misalnya, gunting rambut, kelapa muda, daun sirih, beras kuning, besi dan telur .
Masing masing memiliki makna tersendiri,“Misalnya air kelapa muda dianggap air yang bersih dan belum terkontaminasi, sehingga sang anak diharapkan menjadi tenang dan damai,”ujarnya .

Sang anak diharapkan dapat tumbuh dan kokoh seperti pohon kelapa,daun sirih berkhasiat menjadi obat,Kemudian beras kuning yang ditaburkan bertujuan mengumpulkan semangat sang bayi.lanjutnya.

“Tradisi ini merupakan adat budaya Melayu yang biasa dilaksanakan, atau syukuran atas kelahiran sang bayi, “ungkapnya .

Pewarta:Urai Rudi.M.S.Pd
Editor:Ledy