Dion Hadi Langoday : Harga Tiket Pesawat Naik, Rakyat Kecil Menjerit

80
Hadi Dion Langoday, Tokoh Masyarakat Batam, dan juga Tokoh Pemuda Flores Batam

KritisNews.com, Batam – Mahalnya harga tiket penerbangan domestik (dalam negeri), menimbulkan berbagai spekulasi dan prediksi di kalangan masyarakat.

Banyak orang  bertanya-tanya, apa sih penyebab sehingga harga tiket penerbangan domestik di wilayah ini sangat mahal?, Hal ini juga menjadi viral di media sosial.

Tak jarang juga warga net menyesali dan menyalahkan Pemerintah dengan naiknya harga tiket pesawat ini.

Begitu juga dengan Tokoh Masyarakat Batam, Dion Hadi Langoday menyampaikan kepada media ini, harga tiket mulai tak bersahabat dengan rakyat kecil, lalu apa manfaatnya para penguasa untuk memikirkan rakyat di negeri ini.

“Jika lapangan pekerjaan sudah tidak pasti, angka pengangguran bertambah, harga tiket melambung dengan keputusan para penguasa. Apabila rakyat hendak berpergian jauh karna urusan mendadak, maka rakyat diwajibkan ngutang utk bisa mempercepat perjalanan,” kata Dion saat diwawancarai media ini, Senin (14/01/2019).

Dion juga menyesali atas tindakan pemerintah atas hal ini.

“Inikah yang dinamakan pemimpin peduli rakyatnya?. Belum lagi tarif bagasi, rakyat di negeri ini memang dicekik secara tak langsung,”ujar Dion yang juga tokoh masyarakat Flores Batam ini.

Masih kata Dion, sungguh menyakitkan melihat para penguasa membuat keputusan, menguntungkan para penguasa, pelaku bisnis.

“Rakyat dicekik dengan alasan ikuti nilai tukar dolar, Kalau begini sekalian aja rupiah nggak usah lagi ganti dolar aja sekalian,” cetus Dion.

Dion menilai, keputusan ini bermuatan politik.

“Lalu keuntungan buat rakyat setiap keputusan para penguasa di mana?. Sungguh aneh tapi nyata, penguasa seakan peduli rakyat hanyalah pencitraan. Pemimpin yang hanya manis di bibir, pelaku bisnis tertawa lebar, tapi membuat rakyat kecil menangis tertekan,” uangkap Dion dengan nada geram.

Hal ini juga dinilai tidak pro wong cilik, mencekik rakyat adalah hal biasa.

“Semua seakan diam, semua seakan tidak masalah. Lalu apakah semua sudah terbius?, atau semua aktivis dan penggiat sosial sudah masuk angin?, semoga keputusan para pemimpin menguntungkan para tengkulak dan menguntungkan rakyat yang kaya. Semoga tidak berpengaruh pada 17 april 2019 dalam pemilu nanti,” tutup Dion. (Ind)